Definisi Pertumbuhan Populasi:
Pertumbuhan yaitu penambahan secara teratur semua komponen sel suatu jasad.
Pada jasad bersel tunggal (uniseluler)pembelahan atau perbanyakan sel merupakan pertambahan jumlah individu artinya pembelahan sel pada bakteri akan menghasilkan pertambahan jumlah sel bakteri itu sendiri.
Pada jasad bersel banyak (multiseluler)pembelahan sel tidak menghasilkan pertambahan jumlah individunya, tetapi hanya merupakan pembentukan jaringan atau bertambah besar jasadnya
Pengukuran Pertumbuhan:
Pertumbuhan diukur dari perubahan jumlah sel atau berat kering massa sel.
JUMLAH SEL:dihitung dari jumlah sel total (keseluruhan) dengan tidak membedakan sel hidup atau mati (viable count).
Cara Menghitung Jumlah Sel Hidup:
*Metode Plate Count atau Colony Count
*Filter Membran dan Most Probable Number
Pengukuran Turbiditas:
*Photometer(penerusan cahaya)
*Spektrofotometer
(optical density/OD)
jenis-jenis mikroba:
*psikrofol
*mesofil
*termofil
NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA
Medium adalah tempat untuk menumbuhkan mikroba
Mikroba memerlukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi, bahan pembangun sel, dan sintesis protoplasma serta bagian-bagian sel lainnya
Setiap mikroba mempunyai sifat fisiologi tertentu, sehingga memerlukan nutrisi tertentu pula
Susunan kimia sel mikroba relatif tetap, baik unsur kimia maupun senyawa yang terkandung di dalam sel. Penyusun utama sel adalah C, H, O, N, dan P, yang jumlahnya + 95 % dari berat kering sel, sedangkan sisanya tersusun dari unsur-unsur lain
Air 80-90 %, dan bagian lain 10-20 % terdiri dari protoplasma, dinding sel, lipida untuk cadangan makanan, polisakarida, polifosfat, dan senyawa lain.
FUNGSI NUTRISI UNTUK MIKROBA:
Setiap unsur nutrisi mempunyai peran tersendiri dalam fisiologi sel. Unsur tersebut diberikan ke dalam medium sebagai kation garam anorganik yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pada keperluannya. Contoh: Natrium dalam kadar yang agak tinggi diperlukan oleh bakteri tertentu yang hidup di laut, algae hijau biru, dan bakteri fotosintetik, Natrium tersebut tidak dapat digantikan oleh kation monovalen yang lain
Mikroba dapat menggunakan makanannya dalam bentuk padat (tergolong tipe holozoik ) maupun cair (tergolong tipe holofitik)
Mikroba holofitik dapat pula menggunakan makanan dalam bentuk padat, tetapi makanan tersebut harus dicernakan lebih dulu di luar sel dengan pertolongan enzim ekstraseluler (extracorporeal digestion).
Dalam garis besarnya bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu:
*air
*sumber energi
*sumber karbon
*sumber aseptor elektron
*sumber mineral
*faktor tumbuh
*sumber nitrogen
ENZIM MIKROBA
Enzim adalah katalisator organik (biokatalisator) yang dihasilkan oleh sel yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia
Senin, 22 November 2010
SISTEM SARAF
HEWAN UNISEL DARI SATU SEL BERKEMBANG MENJADI HEWAN MULTISEL YAITU MEMILIKI BEBERAPA SEL(BANYAK)
HEWAN MULTISEL:
MERUPAKAN AKTIVITAS HIDUP DILAKSANAKAN OLEH BEBERAPA SEL YANG BERTUJUAN UNTUK MERINGANKAN TUGAS DARI SEL ITU SENDIRI.
maka dari itu hewan harus mampu mengendalikan dan mengkoordinasikan berbagai macam aktivitas yang diperlukan Sistem organ untuk fungsi kendali dan koordinasi pada sistem saraf dan sistem hormonal juga bekerja sama dalam sistem neurohormon atau neuroendokrinal.
Sel Penyusun Sistem Saraf:
NEURON adalah hasil dari potensial aksi yang merupakan sebuah impuls yang menjalar ke sel lainnya.
FUNGSI NEURON:
*NEURON SENSORIK:membawa rangsang dari daerah tepi (perifer tubuh) ke pusat saraf(otak dan sumsum tulang) belakang atau medulla spinalis
*INTERNEURON:penghubung antara neuron sensorik dan motorik
*NEURON MOTORIK:membawa rangsang dari pusat saraf ke daerah tepi (perifer tubuh).
Komponen Penyusun Sistem Saraf:
*OTAK
*SERABUT SARAF:kumpulan akson dari sejumlah sel saraf,serabut saraf terdiri dari serabut saraf campuran dan serabut saraf sejenis.
organisasi sistem saraf:
terdiri dari neuron,dan neuron terbagi menjadi 2 yaitu dendrit dan akson.
JALA SARAF:ialah susunan organisasi saraf yang menyerupai jala. Jala saraf dapat ditemukan pada hewan karang dan ubur-ubur. Susunan saraf yang terdapat pada bagian atas tubuh ubur-ubur berfungsi untuk mengkoordinasikan gerakan, sedangkan jala saraf yang terdapat pada tentakel berfungsi sebagai reseptor sensoris
TALI SARAF:adalah susunan organisasi sistem saraf yang berupa traktus atau kumpulan serabut saraf. Tali saraf pada umumnya terbentang di sepanjang tubuh. Jaringan saraf pada daerah kepala biasanya mengalami perkembangan lebih baik daripada bagian tubuh lainnya. Perkembangan jaringan saraf pada daerah kepala itu disebut sefalisasi.
HEWAN MULTISEL:
MERUPAKAN AKTIVITAS HIDUP DILAKSANAKAN OLEH BEBERAPA SEL YANG BERTUJUAN UNTUK MERINGANKAN TUGAS DARI SEL ITU SENDIRI.
maka dari itu hewan harus mampu mengendalikan dan mengkoordinasikan berbagai macam aktivitas yang diperlukan Sistem organ untuk fungsi kendali dan koordinasi pada sistem saraf dan sistem hormonal juga bekerja sama dalam sistem neurohormon atau neuroendokrinal.
Sel Penyusun Sistem Saraf:
NEURON adalah hasil dari potensial aksi yang merupakan sebuah impuls yang menjalar ke sel lainnya.
FUNGSI NEURON:
*NEURON SENSORIK:membawa rangsang dari daerah tepi (perifer tubuh) ke pusat saraf(otak dan sumsum tulang) belakang atau medulla spinalis
*INTERNEURON:penghubung antara neuron sensorik dan motorik
*NEURON MOTORIK:membawa rangsang dari pusat saraf ke daerah tepi (perifer tubuh).
Komponen Penyusun Sistem Saraf:
*OTAK
*SERABUT SARAF:kumpulan akson dari sejumlah sel saraf,serabut saraf terdiri dari serabut saraf campuran dan serabut saraf sejenis.
organisasi sistem saraf:
terdiri dari neuron,dan neuron terbagi menjadi 2 yaitu dendrit dan akson.
JALA SARAF:ialah susunan organisasi saraf yang menyerupai jala. Jala saraf dapat ditemukan pada hewan karang dan ubur-ubur. Susunan saraf yang terdapat pada bagian atas tubuh ubur-ubur berfungsi untuk mengkoordinasikan gerakan, sedangkan jala saraf yang terdapat pada tentakel berfungsi sebagai reseptor sensoris
TALI SARAF:adalah susunan organisasi sistem saraf yang berupa traktus atau kumpulan serabut saraf. Tali saraf pada umumnya terbentang di sepanjang tubuh. Jaringan saraf pada daerah kepala biasanya mengalami perkembangan lebih baik daripada bagian tubuh lainnya. Perkembangan jaringan saraf pada daerah kepala itu disebut sefalisasi.
Langganan:
Postingan (Atom)